Site menu:





My Facebook

Tags

Antariksa Asteroid Boikot CDMA Dany Setiawan Esia Flexy friendster Hape Hukum Intel Israel Kamera Digital KKN Korupsi NASA Nasyid Nokia Operator Outlook Partai Pecandu Internet Pesawat Piala Dunia PKS Planet Politik Ponsel Kamera processor prosesor Remaja Rusia Sampah Antariksa Seismic Seluler sepakbola Share Link SMS Tata Surya Turki Twitter USB 3.0 Valentino Rossi Yahudi Zionis

Silahkan Teriak Disini


Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
:mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:

Arsip Berita

Yang Ngasih Komentar

Site search

Links:

Tulisan Sebelumnya

PKS tak Dikotomikan Islam dan Nasionalis

JAKARTA, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak pernah mendikotomikan antara Islam dan nasionalis. Umat Islam otomatis juga nasionalis karena cinta tanah air dan cinta bangsa adalah bagian dari ajaran Islam.

”Sejak dulu PKS adalah partai nasionalis. Kalau PKS menggunakan Islam sebagai asas partai, bukan berarti PKS tidak nasionalis. Nasionalisme adalah bagian dari Islam. Jadi kalau PKS menggunakan asas Islam sebagai identitas partai, bukan berarti tidak nasionalis,” kata Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, di Jakarta, Selasa (22/6).

Menurut Presiden PKS yang baru dikukuhkan dalam Munas ke-2 PKS yang berakhir Minggu (20/6), kalaupun ada yang berpendapat sekarang PKS bergeser menjadi partai nasionalis religius, hal itu bukan berarti mengubah jati diri PKS.

Mengenai target tiga besar yang dicanangkan dalam munas, Luthfi mengemukakan, banyak yang menganggap itu hanyalah mimpi. ”Tidak apa-apa itu dianggap mimpi, kenyataannya itu memang mimpi PKS. Apa yang diraih PKS sekarang juga merupakan wujud dari mimpi beberapa waktu lalu. Yang penting bagaimana mimpi itu kemudian diterjemahkan dalam program dan kerja nyata,” ujarnya. (PRLM)

Write a comment