Site menu:





My Facebook

Tags

Antariksa Asteroid Boikot CDMA Dany Setiawan Esia Flexy friendster Hape Hukum Intel Israel Kamera Digital KKN Korupsi NASA Nasyid Nokia Operator Outlook Partai Pecandu Internet Pesawat Piala Dunia PKS Planet Politik Ponsel Kamera processor prosesor Remaja Rusia Sampah Antariksa Seismic Seluler sepakbola Share Link SMS Tata Surya Turki Twitter USB 3.0 Valentino Rossi Yahudi Zionis

Silahkan Teriak Disini


Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
:mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:

Arsip Berita

Yang Ngasih Komentar

Site search

Links:

Tulisan Sebelumnya

Friendster Kini Dimiliki Perusahaan Malaysia

SAN FRANSISCO – Baru beberapa hari lalu tersiar kabar jika sebuah perusahaan Asia tertarik untuk berinvestasi di Friendster. Kini kabar tersebut benar adanya. MOL Global yang berbasis di Asia telah membeli Friendster.

Dalam keterangan resmi MOL Global, Kamis (10/12/2009), penyedia jasa solusi pembayaran online asal Malaysia tersebut telah membeli keseluruhan saham Friendster.

“Akuisisi ini secara tidak langsung akan mengombinasikan operasional MOL dan Friendster untuk menciptakan konten end-to-end yang terbesar di Asia, baik distribusi dan jaringan commerce. Juga menggabungkan retail channel partner offline MOL dan platform jasa pembayarannya dengan komunitas jaringan sosial Friendster,” ujar Presiden dan CEO MOL Ganesh Kumar Bangah.

Pemilik MOL adalah konglomerat Malaysia bernama Tan Sri Vincent Tan, yang juga merupakan CEO dari Berjaya Corporation dengan penghasilan lebih dari USD1,8 miliar.

MOL saat ini memiliki lebih dari 500.000 channel pembayaran virtual, yang berhubungan dengan pembayaran konten dan layanan, di 75 negara di seluruh dunia, termasuk Malaysia, Singapura, Indonesia, Filipina dan Thailand. MOL juga memiliki hubungan dengan 70 publisher game online yang memiliki lebih dari 200 judul game. Selain itu, MOL juga memiliki partnership dengan publisher musik, film dan video yang didistribusikannya di seluruh negara.

Analisa TechCrunch menyebutkan, tidak heran jika Friendster kemudian menerima tawaran MOL. Pasalnya, pamor Friendster mulai meredup di hampir seluruh negara Eropa dan Amerika, kecuali Asia.

Meski Friendster sendiri pernah menjadi pioneer jejaring sosial pada tahun 2003, pamornya telah menurun di Amerika dan Eropa, terkalahkan oleh Facebook, namun Friendster masih tetap menjadi pemimpin di pasar Asia dengan 75 juta pengguna terdaftar. Bahkan sekira 90 persen trafik harian Friendster berasal dari negara-negara di Asia.

Saat ini secara keseluruhan, Friendster telah digunakan oleh lebih dari 100 juta pengguna internet di dunia. (okezone)

Write a comment